AI Tools

Review Xiaomi MiMo: 60 Juta Token $6, Lebih Cepat dari GPT-5.4

Asep Alazhari

Gue ngetes Xiaomi MiMo 2 minggu vs ChatGPT Go, DeepSeek v4, dan OpenCode Go. Ini alasan kenapa MiMo menang dari segi harga, speed, dan multimodal.

Review Xiaomi MiMo: 60 Juta Token $6, Lebih Cepat dari GPT-5.4

Gue punya satu aturan sederhana pas nyari model AI berikutnya: harganya harus murah. Bukan terjangkau. Murah. Dari situ gue nemu Xiaomi MiMo.

Gue kerja sebagai developer yang ngurusin backend sekaligus UI/UX. Artinya gue butuh model yang bisa handle kode dan gambar sekaligus. Tiap kali liat harga model dari perusahaan US, rasanya kayak bayar kos-kosan buat kebutuhan yang sebenernya cuma butuh tempat parkir.

Makanya gue mulai nyari alternatif. Perusahaan AI China lagi ngebut banget, harganya agresif, dan kualitasnya nyata. Ini cerita riset gue dan kenapa akhirnya gue pilih Xiaomi MiMo.

Riset: Tiga Kandidat, Satu Pemenang

ChatGPT Go: Harga Murah, Limit Lemah

ChatGPT Go masuk ke Indonesia dengan harga IDR 75.000 per bulan. Sekitar $4.60. Di atas kertas kedengerannya oke banget. Tapi waktu gue cek detail limitnya, ada yang janggal.

Pengguna ChatGPT Plus dan Pro dapat jendela usage 5 jam yang reset secara berkala. ChatGPT Go tidak dapat itu. Limitnya pakai skema weekly, persis kayak limit Codex di akun ChatGPT gratis.

Dashboard Codex Analytics ChatGPT menunjukkan Weekly usage limit 83% remaining

Screenshot itu udah ngomong semuanya. “Weekly usage limit, 83% remaining, Resets May 6.” Itu adalah dashboard Codex Analytics. Pengguna berat bakal ngabisin budget mingguan itu dengan cepet banget. Harga murahnya masuk akal pas lo sadar bahwa lo sebenernya dapet experience tier gratisan dengan label berbayar. ChatGPT Go langsung dicoret.

Baca Juga: OpenCode Multi-Model CLI: Switch AI Tanpa Batas

DeepSeek v4: Text-Only Bikin Gugur untuk Kerja UI

DeepSeek v4 jadi kandidat berikutnya. Modelnya genuinely impressive buat coding dan reasoning. Harganya sangat kompetitif. Gue bookmark ini selama berminggu-minggu.

Terus gue cek dukungan multimodal-nya.

DeepSeek v4 fokus ke text. Dia tidak handle input gambar atau video dengan cara yang gue butuhin. Kalau lo kerja UI/UX, lo terus-terusan share screenshot ke AI, minta dia review desain, atau kasih gambar referensi buat keputusan layout. Model text-only tidak bisa kerja kayak gitu.

DeepSeek langsung dieliminasi. Model bagus, tapi bukan fit yang tepat.

OpenCode Go: Bagus, Tapi MiMo Lebih Value

OpenCode Go masuk di harga $5 untuk bulan pertama dan $10 per bulan setelahnya. Harga bulan pertama itu menarik. Tapi $10 per bulan ongoing itu beban nyata, apalagi kalau lo butuh banyak token dan harganya loncat setelah bulan pertama.

Gue butuh token maksimal di harga ongoing yang minimal. Bukan trial diskon terus masuk ke harga normal.

Waktu gue bandingin OpenCode Go sama Xiaomi MiMo, MiMo masuk di $5.28 untuk bulan pertama dan $6 per bulan setelahnya. Gap antara harga trial dan renewal-nya lebih kecil, dan renewal-nya tetap jauh di bawah $10.

Yang lebih penting, Lite Monthly Plan MiMo kasih 60 juta token per bulan. Angka itu gede banget. Gue cek dua kali buat mastiin.

Kenapa Gue Pilih Xiaomi MiMo

Hitungannya langsung. MiMo kasih token paling banyak per dollar, support multimodal input, dan harganya tetap murah pas renewal. Ini breakdown Lite Monthly Plan-nya:

  • Bulan pertama: $5.28
  • Ongoing: $6 per bulan
  • Token budget: 60.000.000 credits per bulan
  • Model yang tersedia: MiMo-V2.5-Pro, MiMo-V2.5, MiMo-V2.5-TTS, MiMo-V2-Pro, dan lainnya
  • Kompatibilitas coding tool: Claude Code, OpenCode, OpenClaw, KiloCode

Poin terakhir itu penting banget. MiMo langsung terintegrasi sama coding tool yang udah gue pakai. Gue tidak perlu ganti workflow buat nyoba model baru. Tinggal arahkan OpenCode ke API endpoint MiMo dan langsung kerja.

Dua Minggu Ngetes

TPS-nya Kencang Banget

TPS itu tokens per second, kecepatan model dalam generate output. Ini salah satu ukuran paling praktis buat coding assistant harian. Model yang lambat bikin lo nunggu. Model yang cepat bikin lo tetap dalam flow.

Gue ngetes MiMo lewat OpenCode dan kecepatannya langsung kerasain bedanya.

Terminal OpenCode menampilkan MiMo-V2.5 Xiaomi Token Plan Singapore di mode high performance

Terminal nunjukin “MiMo-V2.5 Xiaomi Token Plan (Singapore) high.” Indikator “high” itu nunjukin performance mode yang aktif selama sesi berlangsung. Kecepatan output-nya kerasa lebih cepet dari model lain di price point yang sama. Response balik cepet bahkan buat task generasi kode yang kompleks.

Monitoring Usage-nya Bersih

Satu hal yang gue appreciate dari MiMo adalah dashboard subscription-nya. Dia nunjukin token usage dengan jelas, kasih progress bar, dan nunjukin berapa banyak budget bulanan yang tersisa. Lo tahu persis di mana posisi lo.

Dashboard subscription Xiaomi MiMo menunjukkan Lite Monthly Plan dengan 21 juta dari 60 juta token terpakai, 35%

Di screenshot itu, gue udah pakai 21.102.155 dari 60.000.000 token. Itu 35% terpakai. Plannya berlaku sampai 21 Mei 2026. Transparansi kayak gini persis yang lo mau. Tidak ada kejutan, tidak ada tebak-tebakan soal usage. Mirip banget sama dashboard di Claude Code dan ChatGPT Codex yang dulu pernah gue pakai.

Baca Juga: Ollama: Jalankan Model AI Lokal Seperti Docker

Timing Upgrade yang Beruntung

Gue subscribe waktu masih era MiMo v2. Sekitar seminggu kemudian, MiMo v2.5 dirilis. Biasanya mungkin lo expect token counter lama ikut terbawa ke versi baru. Ternyata counter-nya reset ke nol.

Artinya gue dapat fresh budget 60 juta token di model yang lebih baru dan lebih cepat. Pure luck, tapi gue tidak akan nolak itu.

MiMo v2.5 vs GPT-5.4 dan Sonnet 4.6

Setelah pakai MiMo v2.5 hampir dua minggu, gue lakuin beberapa perbandingan informal sama GPT-5.4 dan Claude Sonnet 4.6. Kesan gue, MiMo v2.5 output-nya lebih cepet dari keduanya di price point masing-masing. Kualitas response buat coding task bagus. Dia handle kerjaan yang gue kasih tanpa melambat.

Ini bukan benchmark formal. Ini dua minggu pemakaian nyata di proyek nyata. Modelnya belum pernah bikin gue kecewa.

Siapa yang Cocok Pakai MiMo

MiMo paling masuk akal kalau lo:

  • Kerja coding sekaligus UI/UX dan butuh multimodal input
  • Pakai OpenCode, Claude Code, atau coding tool CLI serupa
  • Mau token ceiling yang tinggi tanpa bayar $20 per bulan
  • Nyaman sama produk tech China dan infrastruktur API mereka

Kalau kerja lo murni text atau lo cuma butuh bantuan AI sesekali, budget token itu mungkin terlalu besar dari yang lo butuhin. Tapi kalau lo dorong AI model lo tiap hari dan tracking token usage kayak resource nyata, 60 juta per bulan di harga $6 itu angka yang susah dibantah.

Cara Mulai Pakai MiMo

MiMo tersedia lewat platform Xiaomi MiMo. Lo daftar, pilih Lite Monthly Plan, ambil API key dan base URL dari halaman subscription details, lalu konfigurasi coding tool lo supaya ngarah ke endpoint MiMo.

Base URL-nya support protokol API OpenAI maupun Anthropic. Kalau tool lo udah jalan dengan salah satu format itu, pindah ke MiMo butuh waktu sekitar dua menit.

Bulan pertama $5.28. Rasain dulu gimana rasanya 60 juta token sebelum commit ke renewal $6.

Verdict

ChatGPT Go harganya menarik tapi limitnya lemah. DeepSeek v4 kuat di text tapi tersingkir buat kerja multimodal. OpenCode Go masuk akal tapi harga renewal-nya di atas MiMo untuk pemakaian ongoing.

MiMo v2.5 itu cepet, multimodal, terintegrasi dalam sama coding tool-coding tool besar, dan kasih 60 juta token per bulan seharga $6 setelah bulan pertama. Dua minggu pakai, gue tidak nyesal pilih ini.

Kalau lo udah lama cari sweet spot antara harga dan kapabilitas di pasar AI sekarang, MiMo layak dilihat serius.

Back to Blog

Related Posts

View All Posts »